SERTIFIKASI DA’I PRODUKTIFITAS
17 Juli 2008Dakwah yang merupakan penyampaian Ajaran Islam belakangan ini telah tampil secara inovatif seperti yang dilakukan oleh Ary Ginanjar Agustian dengan Buku ESQ “ Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual”. Buku ini sudah terjual lebih dari 500.000 eksemplar, Ary juga menyusun kurikulum pelatihan ESQ selama 3 hari. Pelatihan ESQ adalah gabungan antara pelatihan SDM dengan ayat-ayat suci Alquran yang diikuti oleh sekitar 250 ribu peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, pejabat tinggi negara sampai mahasiswa. Demikian pula yang pernah dilakukan oleh A’a Gym dengan Management Qolbu dan Agus Mustofa yang dikenal dengan bukunya ”Tidak ada Azab Kubur dan hari kebangkitan” .
Peran para Da’i muda dengan pendidikan tingkat S1 sampai S2 sebagai motifator profesional sudah diterima dan diakui oleh banyak pihak. Sentuhan bisnis pada Dakwah telah membuatnya menjadi kekuatan penarik yang luar biasa, Motifator telah menjadi profesi yang memunculkan orang orang berpenghasilan tinggi seperti halnya Tung Desem Waringin, 40 tahun, seorang motivational, financial, sales & marketing public speaker cukup terkenal di Indonesia. Ia menerbitkan sebuah buku “Financial Revolution”, buku terlaris yang telah memecah rekor MURI , secara eceran di hari pertama peredarannya laku sebanyak 10.511 eks. Selain Tung Desem juga ada Andrie Wongso yang berkiprah sebagai pengusaha sukses sekaligus motivator. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat public dan media massa mengukuhkannya sebagai The Best Motivator atau Motivator No.1 Indonesia. Depnaker telah lama memiliki unit Badan Pengembangan Produktifitas mulai tingkat pusat sampai Daerah, namun tidak berkembang sebab tidak punya program untuk mencetak motifator produktifitas sebagaimana Tung Desem dan Andrie Wongso.
PERMASALAHAN DAYA SAING
Produktifitas adalah titik kelemahan bangsa Indonesia, dalam kancah persaingan global menurut World Competitiveness Report Indonesia menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40). Berdasarkan survai internasional, saat ini Indonesia masuk peringkat 137 dari 147 negara yang disurvai, demikian menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno dalam jumpa pers pada pertemuan kepala-kepala organisasi produktivitas nasional (NPO) di kawasan Asia Pasifik yang ke-47 (47th Workshop Meeting of Heads of NPOs) di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur.
Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang. Kenapa banyak Sarjana menganggur ? Bob Sadino, pengusaha Agro sukses pemilik Kemchick, mengatakan bahwa sistem pendidikan Indonesia yang ada hanya mencetak pencari kerja sehingga bila pekerjaan menjadi kian sulit dan langka ketika ekonomi kian merosot mereka tidak mampu menciptakan pekerjaan. Oleh kenyataan ini maka KADIN UMKM sebagai organisasi Ekonomi Rakyat yang sangat bergantung pada daya saing produktifitas Indonesia mengajak organisasi, lembaga dan para aktifis Dakwah untuk bekerjasama membangun motifasi produktifitas masyarakat. Untuk itu ditawarkan Sistem Pelatihan, Sertifikasi dan Dakwah Produktifitas (PSD) yang dapat disebar luaskan secara multilevel ketengah masyarakat agar bergulir menjadi pembangkit semangat berproduksi dan berkreasi diseluruh Indonesia.
Rendahnya produktifitas pekerja Indonesia telah menjadi salah satu penyebab sulitnya Investor luar negeri masuk dan banyaknya investor dalam negeri memindah usahanya diluar negeri. Selain produktiftasnya rendah pekerja Indonesia dikenal brutal, suka merusak dan mogok dengan mempengaruhi pekerja lain untuk melakukan hal yang sama meskipun tidak punya masalah. Lebih suka memilih kekerasan untuk memaksakan kehendak daripada melakukan perundingan. Oleh karena masalah ketenaga kerjaan seperti ini sudah merata diseluruh dunia lalu semua Perusahaan menerapkan sistem kontrak dan menggunakan offshore, sistem ini diantisipasi dengan meningkatkan produktifitas. Namun di Indonesia pekerja merespon dengan demo setiap hari sehingga perusahaan jatuh bangkrut.
METHODE RISET DAN PENGEMBANGAN
Sumber kekuatan manusia adalah semangat yang datang dari diri sendiri, baik ditimbulkan sendiri atau ditimbulkan oleh orang lain. Pengaruh terbesar yang membentuk manusia datang dari komunitasnya, dari lingkungan dan masyarakat yang dekat dengan dirinya. Dakwah adalah motifasi, sebuah upaya untuk membangun semangat hidup manusia dengan menunjukkan tujuan dari semua perjuangan dan pengorbanan. Para Mubaligh lulusan Perguruan tinggi umumnya telah mendapat pelajaran riset dan Pengembangan, pelajaran ini sangat penting untuk mengetahui kegagalan dan keberhasilan sebuah upaya. Menganalisa, mengevaluasi dan menemukan solusinya untuk diujicobakan lagi. Hasil survey PT.HRD INDONESIA selama 10 tahun pada 10.000 pekerja dari 500 perusahaan kecil menengah besar menunjukkan bahwa sebenarnya setiap pekerja mampu meningkatkan produktifitas dan kualitas kerjanya namun mereka tidak mau karena lemahnya motifasi. Ada kemampuan tidak ada kemauan.
Untuk membangun semangat produktifitas dibutuhkan pelatihan bagi para Mubaligh, guru agama dan Da’i agar mengetahui cara meningkatkan produktifitas dan kreatifitas pekerja dibidang apa saja, termasuk guru dan dosen dalam mengajarkan ilmu pengetahuan. Ada 10 langkah yang diperlukan untuk mendapatan kemampuan diatas, bila anda ingin menguji efektifitas Sistem pelatihan ini pada pekerja sebuah pabrik dengan 100 sampai 1.000 pekerja maka lakukan langkah langkah dibawah ini :
Langkah I :
Adakan kerjasama dengan Divisi HRD (Human Resources Development) dan yakinkan bahwa anda mampu menaikkan produktifitas pekerja dengan target 3 bulan asalkan bersedia mengikuti program ini. Adakan kerjasama dengan Depnaker Badan Pengembangan Produktifitas Daerah setempat, juga kerjasama dengan organisasi Pekerja seperti SPSI.
Langkah II :
Dapatkan data produktifitas yang sudah berlangsung diperusahaan tersebut dari bagian produksi, berapa besar produksi yang dicapai oleh perusahaan dan berapa besar yang akan dicapai bila para pekerja lebih rajin, lebih bersemangat, lebih bertanggung jawab, lebih aman dan sejahtera. Dapatkan data keluhan dari pemegang saham, pengusaha, manajemen dan lingkungan sekitar atas masalah yang berkaitan dengan perilaku tenaga kerja.
Langkah III :
Bentuk team dengan segenap Mubaligh/khotib Jum’at di Masjid perusahaan untuk mnyamakan langkah, pengetahuan, ketrampilan dan persepsi agar dapat mencapai tujuan. Menggabungkan pihak HRD, Depnaker, SPSI dan Team Mubaligh anda. KADIN UMKM akan membantu anda dengan Instruktur, design sistem, berbagai jenis form, presentasi cara kerja dan sertifikat Da’i Produktifitas bagi Mubaligh yang dapat memenuhi target angka kenaikan produktifitas.
Langkah IV :
Undang 100 pekerja yang terdiri dari Mandor, Supervisor dan pekerja lapangan untuk mendengarkan ceramah produktifitas anda. Rencang Design text ceramah atau khotbah 45 menit yang bertujuan mengundang respon emosionil dan rasionil dari pekerja. Bagikan form isian sebelum ceramah pada semua hadirin dengan pertanyaan 1.Nama, 2. Lama sudah kerja, 3.Jabatan 4. Diskripsi pekerjaan, 5. Tanggung jawab, 6. Jabatan atasannya, 7. Target yang diminta oleh perusahaan 8. Kesannya tentang perusahaan, 9.Keluhannya, 10. Harapannya dari perusahaan.
Dari form ini anda akan dapat mengetahui jalan pikiran pekerja, tanggung jawab, kesan dan harapannya. Maka dalam waktu 45 menit anda harus bisa menyampaikan khotbah yang informatif, komunikatif dan motifatif. Informasinya sangat mereka kenal, komunikasinya dua arah dan motifasinya menggerakkan mereka untuk bekerja lebih bersemangat. Setelah selesai anda bagikan form yang kedua berisi pertanyaan : 1. Apakah mengerti apa yang disampaikan, 2. Apa tergerak untuk menjalankan apa yang disarankan 3. Kalau mau kenapa, kalau tidak kenapa ? 4. Apakah bersedia untuk mengikuti program lanjutan ?
Dari hasil isian ini dapat dievaluasi dimana kelemahan dan kelebihannya, apakah pada informasi, cara komunikasi, motifasi atau ada sebab lain. Demikian melalui Riset dan pengembangan yang erus menerus akan ditemukan pola yang lebih efektif dalam meningkatkan produktifitas. Langkah selanjutnya bagaimana meujudkan semua ini anda membutuhkan kerjasam dengan KADIN UMKM.
Nah, silahkan hubungi sekarang Sekretariat HP : 081 55052439